wvsOdYmDaT9SQhoksZrPLG0gYqduIOCNl12L9d9t

Khotbah Minggu 11 Januari 2026

 


Tema: Allah Menyatakan Keselamatan
Nats: Yesaya 42:1–9

Pendahuluan

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus,
Dalam kehidupan ini, manusia sering merindukan keselamatan: keselamatan dari penderitaan, ketidakadilan, ketakutan, dan masa depan yang gelap. Umat Israel pada masa Nabi Yesaya hidup dalam tekanan, pembuangan, dan keputusasaan. Di tengah situasi itulah Allah menyatakan janji-Nya tentang keselamatan—bukan melalui kekuatan politik atau senjata, melainkan melalui Hamba Tuhan yang dipilih dan diurapi-Nya.

Yesaya 42:1–9 adalah salah satu Nyanyian Hamba Tuhan yang dengan jelas memperlihatkan bagaimana Allah menyatakan keselamatan-Nya bagi umat-Nya dan bagi segala bangsa.

Latar Belakang Teks

Bagian ini muncul dalam konteks Israel yang berada dalam pembuangan Babel. Mereka kehilangan tanah, bait Allah, dan identitas sebagai umat pilihan. Banyak yang meragukan kesetiaan Allah. Namun melalui Yesaya, Tuhan menegaskan bahwa Ia tetap setia dan sedang mengerjakan keselamatan melalui seorang Hamba yang penuh Roh, lemah lembut, dan membawa keadilan.

Dalam terang Perjanjian Baru, gereja melihat penggenapan nubuat ini di dalam Yesus Kristus (bdk. Matius 12:17–21).

Isi Khotbah

1. Keselamatan Datang dari Inisiatif Allah (ay. 1)

“Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang…”
Keselamatan bukanlah hasil usaha manusia, melainkan murni inisiatif Allah. Allah sendiri yang memilih, memanggil, dan memperkenalkan Hamba-Nya. Ini menunjukkan bahwa keselamatan berakar pada kasih dan kedaulatan Allah, bukan pada kelayakan manusia.

Hamba Tuhan ini dipenuhi oleh Roh Allah, menandakan bahwa karya keselamatan adalah karya ilahi yang penuh kuasa, namun dinyatakan dengan cara yang penuh kasih.

👉 Refleksi: Keselamatan yang kita terima hari ini adalah anugerah, bukan prestasi. Kita diselamatkan karena Allah terlebih dahulu mengasihi kita.

2. Keselamatan Dinyatakan dengan Kelemahlembutan dan Keadilan (ay. 2–4)

“Ia tidak akan berteriak atau memperdengarkan suaranya di jalan.”
Cara Allah menyatakan keselamatan sering kali berbeda dengan harapan manusia. Hamba Tuhan tidak datang dengan kekerasan, paksaan, atau kemegahan duniawi. Ia datang dengan kelemahlembutan.

“Buluh yang patah tidak akan dipatahkannya…”
Ini adalah gambaran indah tentang kasih Allah kepada mereka yang lemah, terluka, dan hampir putus asa. Keselamatan Allah memulihkan, bukan menghancurkan.

👉 Refleksi: Allah hadir bukan untuk mematahkan kita yang rapuh, tetapi untuk memulihkan dan meneguhkan kita yang hampir menyerah.

3. Keselamatan Bersifat Universal dan Membawa Terang (ay. 5–7)

“Aku telah memanggil engkau… menjadi terang bagi bangsa-bangsa.”
Keselamatan yang Allah nyatakan tidak hanya untuk Israel, tetapi untuk seluruh dunia. Hamba Tuhan dipanggil untuk membuka mata orang buta dan membebaskan mereka yang terkurung dalam kegelapan.

Ini menunjuk pada keselamatan yang holistik: rohani, sosial, dan eksistensial. Dalam Kristus, manusia dibebaskan dari dosa, ketakutan, dan ketidakberdayaan.

👉 Refleksi: Gereja dipanggil untuk menjadi alat keselamatan Allah—menjadi terang, membawa pengharapan, dan menyatakan kasih Kristus kepada dunia.

4. Keselamatan Adalah Janji Allah yang Pasti (ay. 8–9)

“Yang terdahulu sudah terjadi, sekarang Aku memberitakan yang baru.”
Allah menegaskan bahwa janji-Nya bukanlah ilusi. Apa yang Ia firmankan pasti digenapi. Keselamatan yang dijanjikan bukan sekadar wacana, tetapi realitas yang dinyatakan dalam sejarah dan digenapi dalam Yesus Kristus.

👉 Refleksi: Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, janji keselamatan dari Allah adalah kepastian yang dapat dipegang oleh iman.

Penutup

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,

Yesaya 42:1–9 menegaskan bahwa Allah menyatakan keselamatan dengan cara-Nya sendiri: melalui kasih, kelemahlembutan, keadilan, dan kesetiaan pada janji-Nya. Dalam Yesus Kristus, keselamatan itu menjadi nyata dan tersedia bagi setiap orang yang percaya.

Marilah kita menyambut keselamatan itu dengan iman, hidup di dalam terang-Nya, dan menjadi saksi bahwa Allah masih dan terus menyatakan keselamatan-Nya bagi dunia.

Amin.

OlderNewest

Post a Comment

silakan Komentar dengan baik
Total Pageviews
Times/ Waktu
Waktu di Kota Medan: