Tema: Allah Menyatakan Keselamatan
Nats: Yesaya 42:1–9
Pendahuluan
Yesaya 42:1–9 adalah salah satu Nyanyian Hamba Tuhan yang dengan jelas memperlihatkan bagaimana Allah menyatakan keselamatan-Nya bagi umat-Nya dan bagi segala bangsa.
Latar Belakang Teks
Bagian ini muncul dalam konteks Israel yang berada dalam pembuangan Babel. Mereka kehilangan tanah, bait Allah, dan identitas sebagai umat pilihan. Banyak yang meragukan kesetiaan Allah. Namun melalui Yesaya, Tuhan menegaskan bahwa Ia tetap setia dan sedang mengerjakan keselamatan melalui seorang Hamba yang penuh Roh, lemah lembut, dan membawa keadilan.
Dalam terang Perjanjian Baru, gereja melihat penggenapan nubuat ini di dalam Yesus Kristus (bdk. Matius 12:17–21).
Isi Khotbah
1. Keselamatan Datang dari Inisiatif Allah (ay. 1)
Hamba Tuhan ini dipenuhi oleh Roh Allah, menandakan bahwa karya keselamatan adalah karya ilahi yang penuh kuasa, namun dinyatakan dengan cara yang penuh kasih.
👉 Refleksi: Keselamatan yang kita terima hari ini adalah anugerah, bukan prestasi. Kita diselamatkan karena Allah terlebih dahulu mengasihi kita.
2. Keselamatan Dinyatakan dengan Kelemahlembutan dan Keadilan (ay. 2–4)
“Ia tidak akan berteriak atau memperdengarkan suaranya di jalan.”
Cara Allah menyatakan keselamatan sering kali berbeda dengan harapan manusia. Hamba Tuhan tidak datang dengan kekerasan, paksaan, atau kemegahan duniawi. Ia datang dengan kelemahlembutan.
“Buluh yang patah tidak akan dipatahkannya…”
Ini adalah gambaran indah tentang kasih Allah kepada mereka yang lemah, terluka, dan hampir putus asa. Keselamatan Allah memulihkan, bukan menghancurkan.
👉 Refleksi: Allah hadir bukan untuk mematahkan kita yang rapuh, tetapi untuk memulihkan dan meneguhkan kita yang hampir menyerah.
3. Keselamatan Bersifat Universal dan Membawa Terang (ay. 5–7)
Ini menunjuk pada keselamatan yang holistik: rohani, sosial, dan eksistensial. Dalam Kristus, manusia dibebaskan dari dosa, ketakutan, dan ketidakberdayaan.
👉 Refleksi: Gereja dipanggil untuk menjadi alat keselamatan Allah—menjadi terang, membawa pengharapan, dan menyatakan kasih Kristus kepada dunia.
4. Keselamatan Adalah Janji Allah yang Pasti (ay. 8–9)
👉 Refleksi: Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, janji keselamatan dari Allah adalah kepastian yang dapat dipegang oleh iman.
Penutup
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,
Marilah kita menyambut keselamatan itu dengan iman, hidup di dalam terang-Nya, dan menjadi saksi bahwa Allah masih dan terus menyatakan keselamatan-Nya bagi dunia.
Amin. ✨


Post a Comment