wvsOdYmDaT9SQhoksZrPLG0gYqduIOCNl12L9d9t

Khotbah minggu 18 Januari 2026


 

Nats: 1 Korintus 1:4–9
Tema: Di dalam Dia Kita Menjadi Kaya dalam Segala Hal
*Minggu II Setelah Epiphanias

Pendahuluan
    Masa Epiphanias adalah masa ketika gereja diajak merenungkan bagaimana kemuliaan Allah dinyatakan di dalam Yesus Kristus dan bagaimana terang itu menyinari hidup manusia. Setelah peristiwa kelahiran dan penyingkapan Yesus sebagai Juruselamat dunia, kini umat dipanggil untuk menyadari apa arti hidup “di dalam Kristus”. Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat Korintus menegaskan bahwa hidup di dalam Kristus bukan hidup yang miskin, kosong, atau tanpa arah, melainkan hidup yang diperkaya oleh kasih karunia Allah dalam segala hal.

Latar Belakang Singkat Teks
    Jemaat Korintus adalah jemaat yang hidup di tengah kota kosmopolitan, kaya secara ekonomi dan budaya, tetapi miskin dalam kesatuan dan kedewasaan rohani. Banyak konflik, persaingan, dan kebanggaan diri muncul di tengah jemaat. Namun menariknya, sebelum Paulus menegur dan menasihati mereka dengan keras, ia memulai suratnya dengan ucapan syukur. Paulus ingin menegaskan terlebih dahulu identitas mereka: mereka adalah orang-orang yang telah diperkaya oleh Allah di dalam Kristus.

Penjelasan Firman Tuhan

    Paulus membuka dengan ucapan syukur kepada Allah atas kasih karunia yang telah diberikan kepada jemaat Korintus di dalam Kristus Yesus. Ini menunjukkan bahwa segala kekayaan rohani bukan hasil usaha manusia, melainkan anugerah murni dari Allah. Kekayaan sejati berawal dari relasi dengan Kristus, bukan dari pencapaian, status, atau kemampuan pribadi.

    Selanjutnya Paulus berkata bahwa di dalam Kristus mereka telah menjadi kaya dalam segala hal, terutama dalam perkataan dan pengetahuan. Ini bukan sekadar kepandaian berbicara atau kecerdasan intelektual, melainkan kemampuan untuk mengenal kebenaran Allah dan menyatakannya dalam hidup sehari-hari. Terang Kristus yang dinyatakan dalam Epiphanias kini bekerja dalam diri orang percaya, memperkaya cara berpikir, berbicara, dan bersaksi.

    Paulus juga menegaskan bahwa kesaksian tentang Kristus telah diteguhkan di antara mereka, sehingga mereka tidak kekurangan satu pun karunia rohani sambil menantikan kedatangan Tuhan Yesus Kristus. Kekayaan di dalam Kristus bukan hanya untuk masa kini, tetapi juga untuk memampukan jemaat hidup setia dan berharap sampai akhir zaman.

    Akhirnya, Paulus menutup dengan penegasan yang penuh pengharapan: Allah setia dan Dia akan meneguhkan umat-Nya sampai pada kesudahannya, sehingga mereka tak bercacat pada hari Tuhan. Kekayaan sejati di dalam Kristus bukan hanya soal apa yang kita miliki sekarang, tetapi jaminan pemeliharaan dan kesetiaan Allah sampai akhir hidup.

Makna Teologis dan Pesan Epiphanias
Dalam terang Epiphanias, teks ini menegaskan bahwa kemuliaan Allah yang dinyatakan di dalam Kristus juga dinyatakan dalam hidup umat-Nya. Kekayaan di dalam Kristus bukan kemewahan duniawi, melainkan kelimpahan kasih karunia, karunia Roh, pengharapan, dan kesetiaan Allah. Kristus yang menyatakan diri-Nya kepada dunia kini tinggal dan bekerja dalam hidup orang percaya.

Aplikasi bagi Jemaat Masa Kini
    Firman Tuhan ini mengajak kita untuk mengevaluasi kembali pemahaman kita tentang “kaya”. Di tengah dunia yang mengukur kekayaan dari materi, jabatan, dan popularitas, firman Tuhan mengingatkan bahwa di dalam Kristus kita telah diperkaya dalam segala hal. Kita kaya dalam pengharapan saat hidup terasa berat, kaya dalam kasih saat dunia penuh kebencian, kaya dalam pengampunan saat kita jatuh, dan kaya dalam pengharapan akan masa depan bersama Tuhan.

    Selain itu, kekayaan di dalam Kristus memanggil kita untuk hidup bertanggung jawab: menggunakan perkataan kita untuk membangun, pengetahuan kita untuk melayani, dan karunia kita untuk memuliakan Allah dan memberkati sesama.

Penutup
    Minggu II setelah Epiphanias mengingatkan kita bahwa terang Kristus bukan hanya untuk dilihat, tetapi untuk dialami dan dihidupi. Di dalam Dia, kita bukan umat yang kekurangan, melainkan umat yang diperkaya dalam segala hal oleh kasih karunia Allah. Kiranya jemaat Tuhan hidup dengan penuh syukur, percaya pada kesetiaan Allah, dan memancarkan kekayaan rohani itu sebagai kesaksian bagi dunia. Amin.

OlderNewest

Post a Comment

silakan Komentar dengan baik
Total Pageviews
Times/ Waktu
Waktu di Kota Medan: