wvsOdYmDaT9SQhoksZrPLG0gYqduIOCNl12L9d9t

Khotbah Minggu 25 Januari 2026

 


Tema: Allah Memberikan Damai Sejahtera
Teks: Hagai 2:1b–10
Minggu III Setelah Epiphanias


Pendahuluan

Minggu-minggu setelah Epiphanias mengajak kita merenungkan bagaimana Allah menyatakan diri-Nya di tengah dunia dan kehidupan umat-Nya. Epiphanias bukan hanya peristiwa masa lalu, tetapi pernyataan Allah yang terus berlangsung: Allah hadir, berbicara, dan bekerja di tengah umat-Nya. Namun sering kali, ketika umat Tuhan berada dalam situasi sulit—lelah, kecewa, dan merasa kecil—damai sejahtera terasa jauh. Dalam situasi seperti inilah firman Tuhan melalui nabi Hagai berbicara dengan sangat relevan.

Kitab Hagai lahir dalam konteks umat Israel yang baru kembali dari pembuangan. Mereka mulai membangun kembali Bait Allah, tetapi semangat itu memudar karena hasil yang tampak tidak sebanding dengan Bait Allah yang dahulu. Di tengah kekecewaan dan rasa kehilangan, Allah menyampaikan firman-Nya: Ia hadir, Ia menyertai, dan Ia memberikan damai sejahtera yang sejati.

Penjelasan Teks

Dalam Hagai 2:1b–10, Tuhan berbicara kepada Zerubabel, Yosua, dan seluruh sisa umat. Tuhan menyadari keadaan batin umat-Nya. Mereka melihat pekerjaan yang sedang dilakukan dan membandingkannya dengan kemegahan masa lalu. Perbandingan itu melahirkan kekecewaan dan rasa tidak berarti. Namun Tuhan tidak menegur mereka dengan keras, melainkan menguatkan: “Kuatkanlah hatimu… bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu.”

Damai sejahtera yang Allah janjikan tidak dimulai dari perubahan keadaan luar, melainkan dari kehadiran-Nya sendiri. Tuhan menegaskan bahwa Roh-Nya tetap tinggal di tengah-tengah mereka, seperti pada saat perjanjian-Nya ketika membawa mereka keluar dari Mesir. Ini berarti kesetiaan Allah tidak berubah meskipun kondisi umat berubah. Kehadiran Allah itulah sumber damai sejahtera yang sejati.

Tuhan juga berbicara tentang masa depan, bahwa kemuliaan rumah ini akan lebih besar daripada yang dahulu. Pernyataan ini bukan hanya soal bangunan fisik, tetapi tentang karya Allah yang melampaui apa yang dapat dilihat manusia. Damai sejahtera yang diberikan Allah bukan hasil dari kemegahan, kekuatan, atau harta, melainkan anugerah dari Dia yang berdaulat atas segala bangsa.

Refleksi Teologis

Dalam terang Epiphanias, teks ini menunjukkan bahwa Allah menyatakan diri-Nya sebagai Allah yang hadir di tengah kerapuhan umat-Nya. Damai sejahtera yang Allah berikan bukan sekadar perasaan tenang, tetapi keadaan hidup yang dipulihkan karena relasi yang benar dengan Allah. Ketika umat merasa kecil dan tidak berarti, Allah justru menyatakan kemuliaan-Nya melalui kesetiaan dan ketaatan umat.

Damai sejahtera Allah juga bersifat eskatologis—mengarah ke penggenapan yang lebih besar. Dalam iman Kristen, janji ini menemukan kepenuhannya di dalam Kristus, Sang Damai Sejahtera sejati, yang menyatakan kasih dan keselamatan Allah bagi dunia. Apa yang belum sempurna hari ini tidak meniadakan karya Allah, sebab Allah sedang bekerja menuju kemuliaan-Nya.

Aplikasi bagi Jemaat

Firman Tuhan ini mengajak kita untuk tidak terjebak pada perbandingan dengan masa lalu atau dengan orang lain. Ketika pelayanan, keluarga, atau kehidupan iman kita terasa biasa-biasa saja atau penuh keterbatasan, Tuhan tetap hadir dan bekerja. Damai sejahtera tidak lahir dari hasil yang besar, tetapi dari keyakinan bahwa Allah menyertai setiap langkah kita.

Dalam Minggu III Setelah Epiphanias, kita diingatkan bahwa Allah yang menyatakan diri-Nya adalah Allah yang setia. Ia memanggil kita untuk tetap kuat, tetap bekerja, dan tetap berharap. Di tengah dunia yang penuh kegelisahan, jemaat dipanggil untuk hidup dalam damai sejahtera Allah dan menjadi saksi bahwa Allah yang hadir adalah Allah yang memberi pengharapan.

Penutup

Melalui Hagai 2:1b–10, kita mendengar suara Allah yang lembut namun penuh kuasa: “Aku menyertai kamu.” Inilah dasar damai sejahtera kita. Bukan situasi, bukan hasil, dan bukan kekuatan kita sendiri, melainkan kehadiran Allah yang setia. Kiranya pada Minggu III Setelah Epiphanias ini, jemaat dikuatkan untuk hidup dalam damai sejahtera Allah dan memancarkannya dalam kehidupan sehari-hari. Amin.

Post a Comment

silakan Komentar dengan baik
Total Pageviews
Times/ Waktu
Waktu di Kota Medan: