wvsOdYmDaT9SQhoksZrPLG0gYqduIOCNl12L9d9t

Khotbah Minggu 1 Maret 2026

 



Tema: Kasih Allah Besar Akan Dunia Ini

Nas: Yohanes 3:1–17



Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,


Ketika kita berbicara tentang kasih Allah, kita sedang berbicara tentang inti dari Injil. Tidak ada berita yang lebih besar, lebih dalam, dan lebih mengubahkan hidup selain kebenaran bahwa Allah mengasihi dunia ini. Dalam Injil Yohanes 3:1–17, kita menemukan percakapan yang sangat penting antara Yesus dan Nikodemus, yang membawa kita pada ayat yang sering disebut sebagai “Injil dalam satu ayat,” yaitu Yohanes 3:16. Mari kita merenungkan bagian ini dalam terang tema: Kasih Allah Besar Akan Dunia Ini.


1. Kasih Allah Melampaui Status dan Religiusitas (Ay. 1–8)


Nikodemus adalah seorang Farisi dan pemimpin agama Yahudi. Ia bukan orang sembarangan. Ia saleh, terdidik, dan dihormati. Namun ia datang kepada Yesus pada waktu malam. Ada kerinduan dalam dirinya, tetapi juga ada kebimbangan dan ketakutan.


Dalam percakapan itu, Yesus berkata bahwa seseorang harus “lahir baru” untuk melihat Kerajaan Allah. Ini mengejutkan Nikodemus. Ia berpikir secara jasmani, tetapi Yesus berbicara tentang kelahiran rohani.


Di sini kita melihat bahwa kasih Allah tidak terbatas pada orang berdosa yang jauh dari agama saja, tetapi juga bagi mereka yang merasa sudah dekat dengan Allah secara lahiriah. Kasih Allah menembus tembok status sosial, jabatan gerejawi, bahkan pengetahuan teologi.


Kasih Allah besar karena Ia tidak melihat hanya apa yang tampak di luar, tetapi kebutuhan terdalam manusia: hati yang diperbarui.


2. Kasih Allah Memberikan Hidup yang Kekal (Ay. 9–15)


Yesus kemudian mengingatkan tentang peristiwa ular tembaga yang ditinggikan oleh Musa di padang gurun. Dalam Perjanjian Lama, siapa pun yang memandang kepada ular tembaga itu akan hidup.


Yesus berkata bahwa Anak Manusia juga harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Di sini Yesus sedang menubuatkan kematian-Nya di kayu salib.


Kasih Allah bukan sekadar perasaan. Kasih Allah adalah tindakan penyelamatan. Allah tidak hanya berkata, “Aku mengasihimu,” tetapi Ia memberikan jalan keselamatan melalui pengorbanan Anak-Nya.


Kasih Allah besar karena Ia rela membayar harga yang mahal untuk menebus manusia.


3. Kasih Allah Bersifat Universal (Ay. 16)


“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini…”


Kata “dunia” dalam teks ini bukan hanya menunjuk pada alam ciptaan, tetapi umat manusia yang telah jatuh dalam dosa. Dunia yang memberontak, dunia yang menolak Allah—itulah yang dikasihi-Nya.


Ayat ini menegaskan tiga hal besar:


Pertama, sumber kasih itu adalah Allah sendiri.

Kedua, ukuran kasih itu begitu besar—tak terukur oleh pikiran manusia.

Ketiga, wujud kasih itu adalah pemberian Anak-Nya yang tunggal.


Kasih Allah tidak eksklusif untuk satu bangsa atau kelompok tertentu. Ia meliputi semua orang—kaya atau miskin, terpelajar atau sederhana, orang kota maupun desa.


Kasih Allah besar karena cakupannya tidak terbatas.


4. Kasih Allah Bertujuan Menyelamatkan, Bukan Menghukum (Ay. 17)


Yesus berkata bahwa Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.


Sering kali manusia melihat Allah sebagai Hakim yang siap menghukum. Namun di dalam Kristus, kita melihat hati Allah yang rindu menyelamatkan.


Penghakiman memang nyata bagi mereka yang menolak terang, tetapi tujuan utama kedatangan Kristus adalah keselamatan.


Kasih Allah besar karena Ia memberi kesempatan, memberi anugerah, dan membuka jalan pertobatan.


Aplikasi bagi Kehidupan Kita


Pertama, jangan mengandalkan religiusitas saja. Seperti Nikodemus, kita bisa aktif dalam pelayanan, rajin beribadah, tetapi belum mengalami kelahiran baru. Kasih Allah mengundang kita untuk mengalami pembaruan hati.


Kedua, hiduplah dalam iman kepada Kristus. Hidup kekal bukan hanya tentang masa depan, tetapi tentang relasi dengan Kristus hari ini.


Ketiga, jadilah saksi kasih Allah. Jika Allah begitu mengasihi dunia, maka gereja juga dipanggil untuk mengasihi dunia—bukan dengan kompromi terhadap dosa, tetapi dengan membawa terang Kristus.


OlderNewest

Post a Comment

silakan Komentar dengan baik
Total Pageviews
Times/ Waktu
Waktu di Kota Medan: