Khotbah: 1 Tawarikh 22:14–19
Tema: Mengarahkan Hati dan Jiwa untuk Mencari Tuhan
Pendahuluan
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, firman Tuhan yang kita renungkan saat ini terdapat dalam kitab Kitab 1 Tawarikh 22:14–19. Bagian ini menceritakan pesan terakhir Raja Daud kepada anaknya Raja Salomo sebelum pembangunan Bait Allah di Yerusalem dimulai.
Daud memiliki kerinduan besar untuk membangun rumah bagi Tuhan, tetapi Tuhan tidak mengizinkannya karena kehidupannya yang penuh peperangan. Namun Daud tidak berhenti sampai di situ. Ia mempersiapkan segala sesuatu bagi Salomo: bahan-bahan bangunan, perak, emas, kayu, batu, dan juga dukungan para pemimpin Israel.
Di dalam nas ini, Daud tidak hanya memberikan persiapan material, tetapi juga memberikan nasihat rohani yang sangat penting: mengarahkan hati dan jiwa untuk mencari Tuhan. Ini menunjukkan bahwa dalam pekerjaan Tuhan, yang paling penting bukanlah kemampuan, bukan juga sumber daya, melainkan hati yang sungguh-sungguh mencari Tuhan.
1. Mencari Tuhan Dimulai dengan Hati yang Dipersiapkan (ayat 14–16)
Dalam ayat 14–16, Daud menjelaskan betapa banyak persiapan yang telah ia lakukan. Ia mengumpulkan emas, perak, kayu, dan batu dalam jumlah besar. Bahkan ia juga mempersiapkan para tukang dan pekerja.
Hal ini menunjukkan bahwa pekerjaan bagi Tuhan tidak dilakukan dengan sembarangan. Ada kesungguhan, perencanaan, dan pengorbanan.
Namun lebih dari semua itu, Daud berkata kepada Salomo agar Tuhan memberikan kepadanya kebijaksanaan dan pengertian.
Ini menunjukkan bahwa keberhasilan pelayanan tidak terutama ditentukan oleh kekuatan manusia, tetapi oleh hikmat yang berasal dari Tuhan. Dalam pelayanan gereja, dalam keluarga, dalam pekerjaan, kita sering kali lebih fokus pada kemampuan dan fasilitas. Tetapi firman Tuhan mengingatkan bahwa yang paling penting adalah hati yang diarahkan kepada Tuhan.
Ketika hati seseorang mencari Tuhan, maka Tuhan sendiri yang akan memimpin langkah hidupnya.
2. Mencari Tuhan Berarti Hidup Taat kepada Firman-Nya (ayat 17–18)
Dalam ayat 17–18, Daud memerintahkan para pemimpin Israel untuk membantu Salomo. Ia juga mengingatkan bahwa Tuhan telah memberikan keamanan dan kedamaian di negeri itu.
Namun Daud menegaskan bahwa keberhasilan mereka bergantung pada ketaatan kepada hukum Tuhan.
Mencari Tuhan bukan sekadar berdoa atau berkata bahwa kita percaya kepada Tuhan. Mencari Tuhan berarti hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Artinya, firman Tuhan menjadi pedoman hidup kita.
Banyak orang berkata mereka mencari Tuhan, tetapi hidupnya jauh dari firman Tuhan. Padahal firman Tuhan mengajarkan bahwa mencari Tuhan selalu diikuti dengan ketaatan kepada-Nya.
Dalam kehidupan kita saat ini, kita juga dipanggil untuk menjadikan firman Tuhan sebagai dasar dalam mengambil keputusan, dalam bertindak, dan dalam menjalani hidup sehari-hari.
3. Mengarahkan Hati dan Jiwa untuk Mencari Tuhan (ayat 19)
Puncak dari nas ini terdapat pada ayat 19:
"Maka sekarang arahkanlah hatimu dan jiwamu untuk mencari Tuhan, Allahmu."
Ini adalah panggilan yang sangat dalam. Daud tidak hanya berkata “carilah Tuhan,” tetapi ia berkata arahkanlah hati dan jiwamu.
Hati dalam pengertian Alkitab menunjuk pada pusat kehidupan manusia: pikiran, kehendak, dan perasaan. Jiwa menunjuk pada keseluruhan hidup manusia.
Artinya, mencari Tuhan harus dilakukan dengan kesungguhan total, bukan setengah hati.
Sering kali manusia mencari Tuhan hanya ketika mengalami masalah. Ketika hidup berjalan baik, Tuhan sering dilupakan. Tetapi firman Tuhan mengajarkan bahwa hidup orang percaya harus selalu diarahkan kepada Tuhan.
Bagi seorang pelayan Tuhan, bagi seorang pengkhotbah, bagi setiap orang percaya, panggilan ini sangat penting. Sebelum kita melayani Tuhan, sebelum kita melakukan pekerjaan bagi Tuhan, kita harus terlebih dahulu mengarahkan hati dan jiwa kita kepada Tuhan.
Pelayanan yang tidak dimulai dari hubungan yang benar dengan Tuhan akan menjadi kosong dan kehilangan kuasa rohani.
Aplikasi dalam Kehidupan
Pertama, kita belajar bahwa pelayanan kepada Tuhan harus dimulai dari hati yang mencari Tuhan.
Kedua, kita diingatkan bahwa mencari Tuhan berarti hidup dalam ketaatan kepada firman-Nya.
Ketiga, kita dipanggil untuk mengarahkan seluruh hidup kita—hati dan jiwa—kepada Tuhan, bukan hanya sebagian dari hidup kita.
Sebagai orang percaya, sebagai pelayan gereja, sebagai pengkhotbah, panggilan ini sangat relevan. Dunia saat ini penuh dengan kesibukan, teknologi, dan berbagai tuntutan hidup. Tanpa kita sadari, hati kita bisa terarah kepada banyak hal selain Tuhan.
Karena itu firman Tuhan hari ini mengingatkan kita: arah hidup kita harus kembali kepada Tuhan.
Penutup
Saudara-saudari yang terkasih, pesan Raja Daud kepada Raja Salomo juga menjadi pesan Tuhan bagi kita hari ini:
"Arahkanlah hatimu dan jiwamu untuk mencari Tuhan."
Jika hati kita sungguh-sungguh mencari Tuhan, maka Tuhan akan memimpin hidup kita, menolong pelayanan kita, dan memberkati setiap langkah yang kita lakukan.
Kiranya kita semua dimampukan untuk hidup dengan hati yang selalu terarah kepada Tuhan.
Amin.


Post a Comment