wvsOdYmDaT9SQhoksZrPLG0gYqduIOCNl12L9d9t

Khotbah Minggu 8 Februari 2026 MINGGU SEXAGESIMA

 


Tema: Diberkati untuk Menjadi Berkat
Teks Alkitab: Kejadian 12:1

Pendahuluan

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,
Minggu Sexagesima mengingatkan kita tentang firman Allah yang bekerja dalam kehidupan manusia, firman yang memanggil, mengutus, dan membentuk umat-Nya. Firman Tuhan bukan hanya untuk didengar, tetapi untuk ditaati dan dihidupi.

Dalam Kejadian 12:1, kita berjumpa dengan Abram—seorang biasa, hidup di tanah yang sudah dikenalnya, memiliki keluarga, keamanan, dan masa depan yang tampak jelas. Namun di tengah kenyamanan itu, Allah memanggil Abram keluar. Panggilan ini bukan sekadar perpindahan geografis, melainkan perjalanan iman. Dari panggilan inilah lahir sebuah prinsip besar iman: Allah memberkati umat-Nya bukan untuk disimpan sendiri, melainkan untuk menjadi berkat bagi banyak orang.


Penjelasan Teks

Firman Tuhan kepada Abram diawali dengan satu kata yang sangat tegas: “Pergilah.”
Ini adalah perintah, bukan tawaran. Allah meminta Abram meninggalkan tiga hal penting:

  • negerinya,

  • sanak saudaranya,

  • dan rumah bapanya.

Artinya, Abram diminta meninggalkan zona aman, identitas lama, serta sandaran hidupnya. Yang menarik, Allah belum menjelaskan secara rinci ke mana Abram akan pergi. Allah hanya berkata: “ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.”

Di sinilah iman Abram diuji. Iman bukan berjalan karena kepastian, tetapi berjalan karena percaya kepada Pribadi yang memanggil.

Jika kita membaca ayat-ayat selanjutnya, Allah berjanji akan memberkati Abram dan menjadikannya berkat bagi segala bangsa. Namun berkat itu tidak datang sebelum ketaatan. Ketaatan Abram menjadi pintu masuk bagi karya besar Allah.


Diberkati oleh Allah

Saudara-saudari,
Allah adalah sumber segala berkat. Berkat bukan hasil kecerdikan manusia semata, bukan pula semata-mata karena kerja keras, tetapi karena anugerah Allah. Abram dipilih bukan karena ia sempurna, melainkan karena Allah berkenan.

Demikian juga dengan kita hari ini. Kehidupan, kesehatan, keluarga, pekerjaan, pelayanan, bahkan iman yang kita miliki—semuanya adalah berkat dari Tuhan. Namun sering kali kita berhenti sampai di sini: bersyukur karena diberkati, tetapi lupa untuk bertanya: untuk apa berkat ini Tuhan berikan?


Diberkati untuk Menjadi Berkat

Tema ini menegaskan bahwa berkat Tuhan selalu memiliki tujuan keluar, bukan ke dalam. Abram tidak diberkati supaya namanya saja besar, melainkan supaya melalui dirinya semua kaum di muka bumi mendapat berkat.

Ini berarti:

  • Berkat Tuhan tidak boleh berhenti pada diri kita.

  • Iman yang sejati selalu berdampak bagi sesama.

  • Kasih Allah yang kita terima harus mengalir kepada orang lain.

Dalam konteks Minggu Sexagesima, firman ini menantang kita untuk bertanya:
Apakah hidup kita sedang menjadi saluran firman Tuhan atau justru menjadi bendungan berkat?


Aplikasi dalam Kehidupan Jemaat

Saudara-saudari yang terkasih,
Menjadi berkat tidak selalu berarti hal besar dan spektakuler. Menjadi berkat bisa diwujudkan melalui:

  • sikap hidup yang jujur dan penuh kasih,

  • kesediaan membantu sesama,

  • pelayanan yang setia,

  • perkataan yang menguatkan,

  • dan kesaksian hidup yang memuliakan Tuhan.

Terkadang, seperti Abram, kita juga dipanggil untuk keluar dari kenyamanan—keluar dari ego, dari rasa takut, dari kebiasaan lama—supaya melalui hidup kita, orang lain boleh merasakan kasih Tuhan.


Penutup

Saudara-saudari,
Minggu Sexagesima mengajak kita untuk kembali mendengar firman Tuhan dengan hati yang taat. Allah yang sama yang memanggil Abram, adalah Allah yang juga memanggil kita hari ini.

Mari kita belajar berkata:
Tuhan, aku mau melangkah bersama-Mu. Aku mau taat, dan aku mau hidup bukan hanya untuk diriku sendiri, tetapi menjadi berkat bagi sesama.

Kiranya hidup kita menjadi alat di tangan Tuhan, sehingga melalui kita, nama Tuhan dimuliakan dan banyak orang mengalami kasih-Nya.

Amin. 🙏


OlderNewest

Post a Comment

silakan Komentar dengan baik
Total Pageviews
Times/ Waktu
Waktu di Kota Medan: